AgendaArtikelPengumuman

Napas Literasi di MTs Ulumul Quran Banda Aceh: Menjaga Tradisi Keilmuan Ulama melalui Budaya Membaca

29
×

Napas Literasi di MTs Ulumul Quran Banda Aceh: Menjaga Tradisi Keilmuan Ulama melalui Budaya Membaca

Sebarkan artikel ini

BANDA ACEH — Memperingati Hari Literasi Internasional 2026, Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ulumul Quran Banda Aceh, Nurul Birri, S.Ag., M.A., menyampaikan seruan penting terkait pentingnya penguatan budaya membaca dan menulis di lingkungan madrasah berbasis pesantren. Momen tahunan ini dijadikan sarana evaluasi sekaligus refleksi untuk menegaskan kembali komitmen lembaga dalam melahirkan generasi yang cerdas, berwawasan luas, dan berakhlakul karimah.

Dalam amanatnya, Nurul Birri menekankan bahwa literasi di era modern memiliki cakupan yang jauh lebih luas dari sekadar kemampuan mengeja atau memahami teks bacaan dasar. Bagi para santri, literasi mencakup pemahaman mendalam terhadap literatur keagamaan, kemampuan berpikir kritis, penguasaan literasi digital, hingga keterampilannya mengolah data serta informasi secara bijak di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Hari Literasi Internasional bukan sekadar perayaan tahunan seremonial, melainkan pengingat bahwa peradaban Islam yang agung di masa lalu dibangun di atas tradisi membaca, mengkaji, dan menulis. Santri MTs Ulumul Quran Banda Aceh harus berdiri di barisan terdepan sebagai generasi pembaca yang kritis, berpengetahuan luas, serta tetap teguh memegang teguh nilai-nilai Al-Qur’an,” tegas Nurul Birri.

Guna mewujudkan ekosistem belajar yang kondusif dan berkelanjutan, pihak pengelola madrasah telah merancang dan memperkuat serangkaian program strategis yang berfokus pada tiga pilar utama. Madrasah terus menambah dan melengkapi koleksi perpustakaan, mulai dari kitab-kitab klasik (turats), buku-buku sains terkini, hingga karya sastra populer. Langkah ini diambil agar santri memiliki pemahaman agama yang mendalam sekaligus cakap dalam ilmu pengetahuan umum. Menghadapi era gelombang informasi yang tak terbatas, para santri dibekali keterampilan memilah dan memilih informasi secara bijak. Edukasi ini bertujuan agar mereka mampu membedakan berita sahih dari disinformasi (hoaks), serta dapat memanfaatkan internet secara produktif untuk menunjang proses pembelajaran.

MTs Ulumul Quran Banda Aceh mendorong santri untuk tidak hanya menjadi konsumen ilmu, tetapi juga produsen gagasan. Melalui program pendampingan menulis, para santri difasilitasi untuk menghasilkan karya ilmiah remaja, esai keagamaan, puisi, hingga artikel opini yang dapat dipublikasikan di media madrasah maupun media luar.

Lebih lanjut, Nurul Birri mengingatkan para guru dan tenaga kependidikan untuk selalu menjadi teladan (uswah) dalam membudayakan membaca di lingkungan sekolah. Menurutnya, minat baca santri akan tumbuh pesat apabila melihat para pendidiknya aktif membaca dan berdiskusi. “Para ulama terdahulu dan tokoh-tokoh Nusantara meninggalkan warisan luar biasa dalam bentuk karya tulis yang kita pelajari hari ini. Tugas kita adalah melanjutkan estafet keilmuan tersebut. Kami berharap momentum Hari Literasi Internasional 2026 ini mampu menyulut kembali semangat para santri untuk menjadikan buku, kitab, dan ilmu pengetahuan sebagai sahabat sejati dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *