BANDA ACEH — Memasuki hari kedua pelaksanaan Masa Ta’ruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ulumul Quran Banda Aceh bekerja sama dengan Tim Tenaga Kesehatan dari Puskesmas Ingin Jaya menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Kesehatan bagi para santri baru.
Kegiatan yang berlangsung khidmat, edukatif, dan penuh antusiasme ini dilaksanakan pada Selasa (21/7/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, berlokasi di Aula Dayah Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Pagar Air.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala MTs Ulumul Quran Banda Aceh, Nurul Birri, S.Ag., M.A., jajaran dewan guru, pengurus dayah, serta tim penyuluh medis dari Puskesmas Ingin Jaya. Kehadiran tim kesehatan ini menjadi bagian integral dari komitmen madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar dan asrama yang sehat, bersih, serta kondusif bagi tumbuh kembang para santri.
Dalam sambutan pembukanya, Kepala MTs Ulumul Quran Banda Aceh, Nurul Birri, S.Ag., M.A., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak Puskesmas Ingin Jaya yang telah bersedia meluangkan waktu dan membagikan keilmuan kepada para murid baru. Beliau menegaskan bahwa kesehatan fisik dan mental merupakan modal utama bagi seorang santri dalam menuntut ilmu dan menghafal Al-Qur’an.
“Menjadi seorang santri di madrasah berbasis pesantren membutuhkan ketahanan fisik dan mental yang prima. Proses menghafal Al-Qur’an dan menuntut ilmu umum tentu membutuhkan konsentrasi serta stamina yang baik. Melalui penyuluhan ini, kami ingin memastikan anak-anak kami memahami cara menjaga diri, menjaga kebersihan, dan menerapkan pola hidup sehat sejak hari pertama mereka melangkah di dayah ini,” tegas Nurul Birri di hadapan ratusan santri baru.
Beliau juga menambahkan bahwa kebersihan dan kesehatan merupakan bagian tak terpisahkan dari ajaran Islam, sehingga penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di asrama adalah cerminan dari akhlak seorang muslim.
Tim penyuluh dari Puskesmas Ingin Jaya memberikan pembekalan materi yang dikemas secara interaktif dan disesuaikan dengan tantangan kehidupan santri di lingkungan asrama/pesantren. Beberapa poin utama yang disampaikan dalam penyuluhan tersebut meliputi:
- Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan kebiasaan sehari-hari, seperti rutin mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir, menjaga kebersihan pakaian, serta merawat kebersihan kamar dan lingkungan sekitar asrama.
- Pencegahan Penyakit Menular dan Kulit: Mengingat kehidupan asrama melibatkan interaksi yang cukup padat antar-santri, tim medis memberikan langkah-langkah konkret untuk mencegah penularan penyakit kulit, penyakit saluran pernapasan, serta gangguan pencernaan yang sering kali berpotensi muncul di lingkungan pesantren.
- Pentingnya Nutrisi dan Hidrasi: Para santri imbau untuk senantiasa memperhatikan asupan nutrisi yang seimbang saat makan di dapur umum dayah, mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup setiap hari, serta menghindari kebiasaan mengonsumsi jajanan yang kurang higienis.
- Manajemen Stres dan Istirahat Cukup: Tim kesehatan juga memberikan arahan mengenai pentingnya mengatur waktu tidur dan menjaga kesehatan mental agar para santri dapat beradaptasi dengan mudah terhadap ritme kegiatan madrasah dan dayah yang padat tanpa mengalami kelelahan berlebih.
Sesi penyuluhan semakin hidup ketika dibuka ruang tanya jawab. Para santri baru tampak sangat aktif mengajukan berbagai pertanyaan seputar kesehatan diri. Kegiatan ini juga diselingi dengan peragaan praktik cara mencuci tangan 6 langkah yang benar sesuai standar kesehatan internasional.
Kegiatan penyuluhan kesehatan ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat penghargaan secara simbolis dari Kepala MTs Ulumul Quran Banda Aceh, Nurul Birri, S.Ag., M.A., kepada perwakilan Tim Puskesmas Ingin Jaya sebagai bentuk kerja sama dan sinergi yang erat.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini pada rangkaian MATAMUDA 2026, MTs Ulumul Quran Banda Aceh berharap para siswa baru tidak hanya siap secara akademis dan mental, tetapi juga memiliki kesadaran mandiri dalam menjaga kesehatan diri serta lingkungan. Hal ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi hafiz dan hafizah yang sehat, cerdas, berakhlakul karimah, serta siap mengukir prestasi di masa depan.